Langsung ke konten utama

Antropologi & Pariwisata

Review JurnalAnthropology Of Tourism: Forging New Ground for Ecotourism and Other Alternatives


Amanda Stronza dalam jurnal ini ingin mengkaji tentang hubungan antropolog dan pariwisata yang memiliki kesamaan dalam menjelajahi budaya dan ritual masyarakat. Stronza menganggap pariwisata merupakan faktor dari pembangunan ekonomi dan perubahan sosial politik. Pariwisata menarik perhatian para antropolog karena melibatkan orang-orang dari latar belakang budaya yang berbeda. Ketika wisatawan dan penduduk lokal bertemu, keduanya memiliki kesempatan tidak hanya untuk melihat bagaimana orang lain hidup, tetapi juga untuk merefleksikan kehidupan mereka sendiri karena interaksi terjadi secara langsung.
Pariwisata juga menimbulkan dampak, ekonomi dan sosial budaya  adalah hal utama yang terkena dampak. Stronza mengutip Rosenberg (1988) yang mengemukakan bahwa pariwisata memberikan kontribusi terhadap kematian pertanian di sebuah desa pegunungan kecil di Perancis. Positifnya pariwisata dapat meningkatkan pendapatan. Stronza beranggapan jika retorika ekowisata adalah kedok untuk bisnis semata. Selain itu permasalahan yang lain adalah dampak pariwisata bagi penduduk, Stronza menggambarkan pariwisata sebagai laboratorium untuk menguji bagaimana akulturasi terjadi sehingga menimbulkan komodifikasi budaya. Komodifikasi menimbulkan kekhawatiran kepada penduduk lokal karena mereka mengadopsi gaya hidup baru yang pada akhirnya mengikis jati diri masyarakat lokal. Pariwisata menyebabkan ketergantungan
Pada bagian selanjutnya Stronza menyoroti perihal ekowisata. Berbeda dengan pariwisata yang biasa kita kenal, ekowisata dalam penyelenggaraannya tidak menuntut tersedianya fasilitas akomodasi yang modern atau glamour yang dilengkapi dengan peralatan yang serba mewah atau bangunan artifisial yang berlebihan. Pada dasarnya, ekowisata dalam penyelenggaraannya dilakukan dengan kesederhanaan, memelihara keaslian alam dan lingkungan, memelihara keaslian seni dan budaya, adat-istiadat, kebiasaan hidup, menciptakan ketenangan, kesunyian, memelihara flora dan fauna, serta terpeliharanya lingkungan hidup sehingga tercipta keseimbangan antara kehidupan manusia dengan alam sekitarnya.

Minat pada bentuk-bentuk alternatif pariwisata, khususnya ekowisata, telah mengalami kemajuan pesat dalam beberapa tahun terakhir. Partisipasi penduduk lokal dapat menjadi penting untuk memaksimalkan manfaat ekonomi, lingkungan, dan sosial pariwisata. Pariwisata dapat menjadi pendidikan bagi wisatawan, dan pengalaman wisata bisa mengakibatkan peningkatan kesadaran lingkungan dan kepekaan budaya di kalangan wisatawan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Foto Arsip Jaman Dulu

Babad, Hikayat, dan Tambo Sebagai Refleksi Kultural

Hikayat,Babad, ataupun Tambo dalam refleksi kultural merupakan penjelasan atau representasi masa lalu dari pemahaman masyarakat lokal di suatu tempat, berdasarkan apa yang mereka pahami tentang masa lalu mereka tanpa memperhatikan aspek-aspek keilmuan seperti  yang terdapat dalam ilmu sejarah kritis. Oleh karena itu ada yang menyebut historiografi ini sebagai tradisi tempatan. Kelompok-kelompok masyarakat tertentu memiliki historiografi masing-masing yang khas, hal ini disebabkan adanya pengaruh budaya yang berkembang dalam tiap-tiap masyarakat Babad biasanya ditulis oleh pujangga, mereka biasanya menggunakan nama-nama samaran dalam menuliskan kisahnya. Para pujangga ini merupakan bagian dari tokoh politik raja dalam upaya legitimasi kekuasaanya . Tulisan yang pujanga hasilkan merupakan hal yang penting dalam stabilitas politik yang sangat menentukan kelangsungan pemerintahan. Oleh karena itu tak jarang dalam sebuah periode pemerintahan raja meminta pujangga untuk memproduksi ...

Art, love this :)