Langsung ke konten utama
Institusi di kerajaan Mataram Islam




1.      Patih bertugas melaporkan baik buruknya abdi dalem di seluruh wilayah Jawa.
2.      Abdi dalem nayaka kaparak tengen bertugas mengurusi keterampilan kasar halus, dapat menata busana atau nama para prajurit.
3.      Abdi dalem nayaka kaparak kiwa bertugas mengupayakan berbagai senjata ampuh beserta penggunaannya, mengajarkan perang, menggembleng prajurit, membentuk mata-mata, mengawasi orang yang ingin berbuat jahat terhadap kerajaan, mencari tahu segala hal yang menyulitkan kerajaan dan rakyat pada malam hari.
4.      Abdi dalem nayaka gedhong tengen mempunyai tanggung jawab terhadap pakaian dan keuangan prajurit, membayar gaji prajurit kerajaan, memutuskan hadiah bagi prajurit yang berkerja dengan baik, membawahi para pedagang, tahu baik buruknya permata.
5.      Abdi dalem nayaka gedhong kiwa bertugas saat raja ingin menciptakan gendhing dengan gamelan, tembang, tarian yang lincah, penuh tata karma, dan lemah gemulai, kelimatnya halus, berwibawa, mempunyai kiasan dan makna estetis, serta memasak makanan lezat dan bergizi.
6.      Abdi dalem nayaka sewu dan nayaka numbak anyar bertugas menyediakan pekerja kasar, mencari wanita penghibur untuk raja, mencari orang aneh, masuk ke tempat-tempat sulit, mengambil tindakan lebih dulu apabila kerajan dalam kesulitan.
7.      Abdi dalem nayaka siti ageng bertugas dalam hal perdukunan, mencari tahu kelemahan musuh, menguraikan pertanda suatu hal yang akan terjadi di kerajan, melakukan japa-mantra, membawahi orang-orang aneh.
8.      Bupati nayaka jawi kiwa dan nayaka panekar bertugas merancang berbagai pekerjaan yang diinginkan raja, merancang pembangunan rumah, merancang benteng istana, memperindah kerajaan, mengupayakan segala pekerjaan yang berhubungan dengan batu, kayu, dan hiasan kerajaan serta menjadikannya terkenal di kerajaan lain, membuat pondokan bagi prajurit yang berperang, menata jalan, mengatur rumah-rumah prajurit, serta menjaga kebersihan aliran air.
9.      Abdi dalem nayaka bumi dan nayaka bumijo bertugas sebagai ahli pertanian, ahli musim, menjaga kualitas tanaman, memikirkan supaya hasil panen berlimpah, melayani raja jika hendak bercocok tanam, menyiangi bunga di taman, memikirkan pengairan, menjaga kelestarian sawah beserta tata letaknya, penolakan hama, menanam tanaman yang bisa membuat rindang, mengetahui tumbuhan obat, memeriksa cara bercocok tanam rakyat, dan membuang tanaman yang bisa merugikan masyarakat.
10.   Wadana tampng bertugas menjaga rakyat kecil di desa dan memeriksa perbatasan wilayah supaya tidak terjadi konflik mengenai wilayah, serta mengetahui tentang tanaman.
11.   Adipati bupati mancanegara bertugas menumpas orang-orang yang meresahkan rakyat dan raja, serta melayani kehendak raja.
12.   Adipati bupati pasisir bertugas menjaga dan mengatasi segala kesulitan di tanah Jawa, serta memenuhi segala permintaan raja dalam hal non hasil bumi.
13.   Penghulu dan khotib bertugas mengadili perkara perkawinan, waris, wasiat, adil, hokum pancung, menjalankan salat hajat memohon keselamatan dan kemuliaan kerajaan, menghitung penanggalan dan jam berdasarkan matahari, menguasai ilmu perbintangan, serta tahu segala kitab untuk mengadili seseorang secara adil.
14.   Ulama tugasnya adalah segala hal dalam praktek keagamaan.
15.   Mardikan desa betugas melakukan pengajaran dalam hal agama.
16.   Abdi dalem prajurit suranata bertugas menjaga raja di saat hari kelahirannya.
17.   Abdi dalem juru ajar bertugas memeriksa hal-hal mengenai fenomena gunung berapi, menghitung pawukon, dan tolak bala terhadap ilmu hitam.

Gelar raja-raja Mataram Islam :
1.    Panembahan Senapati  ing Alaga Sayidin Panatagama Khalifatullah
            Berarti raja sebagai pemimpin perang dalam menegakkan agama dan wali Allah
2.    Sri Susuhunan Hanyakrawati Senapati ing Alaga Mataram
            Berarti raja sebagai penguasa dunia dan pemimpin perang di Mataram
3.    Sri Sultan Agung Hanyakrakusuma Senapati ing Alaga Sayidin Panatagama
            Berarti raja besar  sebagai pemimpin perang dalam menegakkan agama.
4.    Sri Susuhunan Amangkurat.
            Berarti raja yang bisa memangku rat atau bumi
5.    Sri Sultan Hamengkubuwana Senapati ing Alaga Abdurrahman Sayidin Panatagama Khalifatullah
            Berarti raja yang memangku dunia,pemimpin perang,penegak agama dan wali Allah
6.    Sri Paduka Pakualam
            Berarti raja sebagai paku dunia atau intisari dunia.
7.    Sri Susuhunan Pakubuwana Senapati ing Alaga Ngabdulrahman Sayidin Panatagama
            Berarti raja sebagai paku,pusat atau intisari dunia, pemimpin perang dan penegak agama.
8.    Sri Mangkunegara Senapati ing Ayuda
            Berarti raja yang bisa memangku negara dan sebagai pemimpin perang.




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Foto Arsip Jaman Dulu

Babad, Hikayat, dan Tambo Sebagai Refleksi Kultural

Hikayat,Babad, ataupun Tambo dalam refleksi kultural merupakan penjelasan atau representasi masa lalu dari pemahaman masyarakat lokal di suatu tempat, berdasarkan apa yang mereka pahami tentang masa lalu mereka tanpa memperhatikan aspek-aspek keilmuan seperti  yang terdapat dalam ilmu sejarah kritis. Oleh karena itu ada yang menyebut historiografi ini sebagai tradisi tempatan. Kelompok-kelompok masyarakat tertentu memiliki historiografi masing-masing yang khas, hal ini disebabkan adanya pengaruh budaya yang berkembang dalam tiap-tiap masyarakat Babad biasanya ditulis oleh pujangga, mereka biasanya menggunakan nama-nama samaran dalam menuliskan kisahnya. Para pujangga ini merupakan bagian dari tokoh politik raja dalam upaya legitimasi kekuasaanya . Tulisan yang pujanga hasilkan merupakan hal yang penting dalam stabilitas politik yang sangat menentukan kelangsungan pemerintahan. Oleh karena itu tak jarang dalam sebuah periode pemerintahan raja meminta pujangga untuk memproduksi ...

Art, love this :)